MENU UTAMA

Minggu, 11 November 2007

Mengelola Administrasi Kas Bank

Pengertian Kas

Dalam kehidupan sehari-hari, kas sangat penting baik dalam rumah tangga konsumsi maupun rumah tangga produksi ( perusahaan ). Hampir setiap kegiatan dalam perusahaan berkaitan dengan dana kas.

Dalam akuntansi keuangan pos neraca disisi “harta” yang pertama-tama dibahas adalah kas. Kas bagi setiap perusahaan merupakan jenis “harta” yang mempunyai nilai yang tinggi dan amat penting, sehingga paling banyak disalah gunakan atau sering terjadi penyelewengan.

Agar tidak ada penyelewengan sekecil mungkin maka perlu adanya pengawasan terhadap kas dan dibuat sistem prosedur mengenai penerimaan dan pengeluarannya. Sifat kas antara lain volume fisik kecil nilainya tetap ( sebesar nilai nominal ), tidak adanya identifikasi pemilikan dan sangat mudah untuk dipindahtangankan, maka untuk mencegah terjadinya penyelewengan perlu diadakan pengawasan yang ketat terhadap kas.

Kas adalah alat pembayaran yang siap dan bebas dipergunakan untuk membiayai kegiatan umum perusahaan. Kas dapat berupa uang tunai atau simpanan pada bank yang dapat digunakan dengan segera dan diterima sebagai alat pembayaran sebesar nilai nominalnya.

Komposisi Kas

Yang termasuk kas antara lain :

1) Uang kertas dan logam

2) Cek dan Bilyet Giro

3) Simpanan di Bank dalam bentuk giro

4) Traveler’s Chek yaitu cek yang dikeluarkan khusus untuk perjalanan (Turisme Bisnis ).

5) Momey Order yaitu surat penting membayar sejumlah uang tertentu berdasarkan keperluan pengguna.

6) Cashier’s Chek yaitu cek yang dibuat oleh suatu bank untuk suatu saat dicairkan di bank itu juga.

7) Bank Draft yaitu cek atau perintah membayar dari suatu bank yang mempunyai rekening di bank lain, yang dikeluarkan atas permintaan seseorang atau nasabah melalui penyetoran lebih dulu di bank pembuat.

Ciri-ciri kas adalah dapat digunakan segera sebesar nilai nominalnya, sehingga yang tidak dapat digunakan sebagai alat pembayaran dan tidak sesuai dengan nilai nominalnya tidak dapat digolongkan sebagai kas antara lain :

1) Cek mundur ( Past deted check )

2) Deposito berjangka ( certificate of deposit )

3) Wesel/promes ( Notes )

4) Surat berharga ( Marketable Securities )

5) Kas yang disisihkan untuk tujuan tertentu dalam bentuk dana (Funds)

Misalnya disisihkan untuk pembayaran deviden, untuk pelunasan pinjaman obligasi dan lain-lain sesuai dengan uraian diatas, maka fungsi kas dalam suatu perusahaan sangat penting, karena hampir setiap kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan selalu berkaitan dengan kas.

Pengawasan Kas

Menurut sifatnya kas mudah untuk dibawa dan dipindahtangankan serta tidak ada identifikasi pemiliknya. Oleh sebab itu kas sering terjadi sasaran kecurangan-kecurangan, sehingga perlu diadakan pengawasan terhadap kas. Kecurangan yang terjadi antara lain sebagai berikut :

1) Hasil penagihan kas tidak dicatat, tetapi digunakan untuk kepentingan pribadi.

2) Saldo kas tidak dilaporkan dalam keadaan yang sesungguhnya atau memanipulasi antara kas masuk dan keluar.

3) Penundan pencatatan penerimaan kas dari piutang sampai pada waktu penerimaan kas dari piutang berikutnya.

4) Penggunaan uang atau cek untuk kepentingan pribadi, tetapi dicatat sebagai beban perusahaan.


Agar kas tidak disalahgunakan atau tidak menimbulkan kecurangan-kecurangan, maka perlu diadakan pengawasan terhadap kas antara lain sebagai berikut :

1. Penerimaan Kas

Karena uang yang diterima oleh perusahaan adalah berbagai sumber seperti penjualan tunai, pelunasan piutang dan pinjaman, maka prosedur pengawasan dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

a. Diadakan pembagian tugas antara fungsi penerimaan, pencatatan dan penyimpaanan kas.

b. Setiap penerimaan kas dibuatkan bukti penerimaan kas dan segera dicatat, kemudian disetorkan ke bank

c. Dibedakan antara fungsi pengelolaan kas dan pencatat kas

d. Dibuat laporan kas setiap hari.

e. Secara intern tanpa pemberitahuan terlebih dahulu diadakan pemeriksaan kas.

2. Pengeluaran kas

Pengeluaran uang dalam suatu perusahaan adalah untuk membayar berbagai macam transaksi, maka prosedur pengawasannya dilakukan dengan cara sebagai berikut :

a. Semua Pengeluaran uang yang relatif cukup besar menggunakan cek

b. Dibuat laporan kas setiap hari

c. Dipisahkan antara yang menulis cek, menandatangani cek dan yang mencatat pengeluaran perusahaan.

d. Diselenggarakan kas kecil untuk pengeluaran yang jumlahnya relatif kecil dan yang sifatnya rutin.

e. Diadakan pemeriksaan dalam jangka waktu yang tidak ditentukan.

3. Pemeriksaan Kas

Pemeriksaan kas dapat dilakukan secara mendadak tanpa memberitahukan terlebih dahulu dengan cara sebagai berikut :

a. Mencocokkan saldo kas perusahaan dengan keadaan fisik uang yang ada pada kas perusahaan dan benda-benda yang ada dalam kas perusahaan.

b. Mengadakan pengujian terhadap catatan-catatan dengan kegiatan-kegiatan perusahaan seperti perusahaan menyimpan uang di bank atau pengeluaran dengan menggunakan cek.

4. Perhitungan Kas

Perhitungan kas dapat dilakukan oleh petugas yang tidak bersangkutan dengan pengelola kas dan saksi-saksi yang telah ditunjuk. Hasil perhitungan harus dilaporkan secara terperinci mengenai jenis, banyaknya nilai per satuan, dan jumlahnya harus sama dengan catatan pada laporan kas, kemudian dibuat berita acara.

Tidak ada komentar: